birrulummahtegalrejo.sch.id – Mengenal pesantren adalah modal awal bagi santri untuk memahami dan menanamkan rasa memiliki almamater pesantrennya. Dapat dipastikan ketika santri sudah mengenal pesantren dengan berbagai macam kearifan lokal di dalamnya, santri akan lebih mampu untuk memahami dan membaca bagaimana karakter pesantrennya. Sebab pada setiap pesantren memiliki lingkungan dan karakter yang mungkin tidak bisa di pandang sama rata. Cara pandang inilah yang nantinya akan menjadi barometer proses santri dalam mengenal pada pesantrennya.
Pada era digital ini, bukan tak mungkin jika taaruf santri dengan pesantrennya telah termulai melalui media sosial. Sebab sudah menjadi hal yang sangat lumrah, bahwa di setiap lembaga pendidikan telah menggunakan dan memiliki layanan platform sosial media, termasuk pondok pesantren. Adanya akun-akun media sosial seperti ini, calon santri bisa terlebih dulu mendapatkan informasi dan gambaran dari pesantren yang akan menjadi tempat menimba ilmu nantinya. Namun, meski telah mendapatkan informasi tentang lingkungan calon pesantrennya, rasanya kurang sempurna jika hanya dilakukan atau dijangkau melalui media digital.

Di Pondok Pesantren Islam Nusantara sendiri, proses taaruf santri terhadap budaya dan karakter pesantren yang selalu diselenggarakan di setiap tahunnya, yang sering dikenal dengan MATSAB. MATSAB (Masa Taaruf Santri Baru) menjadi gerbang awal untuk para santri mengenal semua hal tentang pesantrennya secara tatap muka. MATSAB menjadi agenda rutin panitia PSB (penerimaan santri baru) di setiap masuk tahun ajaran baru. Kegiatan ini dikemas menjadi serangkaian agenda dan salah satunya dengan mempertemukan santri baru dengan semua stakeholder yang ada di lembaga, baik dari pesantren maupun sekolah formal yakni SMP dan MA Birrul Ummah.

Menariknya MATSAB tahun ini diselenggarakan selama tiga hari, pada tanggal 10 – 12 Juli 2023 di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Yang mana kegiatannya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu kegiatan indoor dan outdoor. Pada kegiatan indoor sendiri berisikan pengenalan guru sekolah dan pengurus kemudian dilanjut penyampaian materi-materi. Adapun kegiatan outdoor diantaranya jalan-jalan di lingkungan pondok pesantren, ziarah ke makam keluarga ndalem dan ditutup dengan dinamika kelompok (outbound). Dari adanya proses taaruf ini, santri baru akan lebih tau dengan siapa mereka mengenal dan harus seperti apa mereka bertindak. Karakter-karakter seperti inilah yang akan terus dibawa secara estafet antar generasi santri. Menjadikan proses bertaaruf sebagai modal untuk mengenal karakter pesantren, kemudian mampu mentransformasikan nilai-nilai positif kepada generasi yang akan datang.










