SEKAPUR SIRIH PONDOK PESANTREN ISLAM  NUSANTARA

Pondok Pesantren Islam Nusantara yang berbasis  Nahdiyyin ini didirikan oleh Al-mukarom KH. Zaenul Khabib, M.A. tahun 2018  bersama  istri beliau yang bernama Ibu Hj. Puji Astuti,S.E. mereka  berharap merintis pondok pesantren salafi menjadi pondok pesantren salaf modern. Angan-angan ini untuk melanjutkan perjuangan Bapak beliau  KH. Munir Abdulloh selaku pendiri dan pengasuh pondok pesantren  API (Asrama Pelajar Islam) Tegalrandu yang berada dusun Teglrandu Desa Sukrejo Kecamatan Tegalreejo Kabupaten Magelang. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia global terwujudlah pondok pesantren Islam  NUsantara  dengan dukungan dari berbagai macam pihak ,baik keluarga, masyarakat ataupun pemerintah setempat .Perwujudan keinginan beliau terbukti sudah, yakni berawal dari santri yang minimalis( 37 santri)  hingga sekarang santri dari Pondok Pesantren ini telah mencapai lebih dari 200 santri dalam kurun waktu 3 tahun

Pondok Pesantren Islam Nusantara berupaya  mendidik santrinya untuk belajar agama Islam, disamping itu  juga menyediakan pendidikan formal dan Non formal berupa  Madrasah Diniyah  , SMP Birrul Ummah Tegalrejo (Sekolah Berbasis Pesantren), dan MAPK  Birrul Ummah. Sejak berdirinya Pondok tersebut  konsentrasi awal pengembangan penuh dalam bidang Al-qur’an, akhlaq dan Fikih, kemudian  ditingkatkan dengan sistem berjenjang dan tuntas, yaitu tingkat pertama berupa kitab : Fikih jawan, Alala, Fasolatan, Nadhom Akidatul Awam, dn Akhlaq lil Banin/Banat I.. Tingkat kedua: Safinah, Akhlaqlil Banin/banat II, Jurumiyah Jawan, Syifaul Jinan, dan Aqidatul Awam. Tingkat ketiga: Risalatul Fikih, Akhlaq Lil Banin/banat III, Risalatul Qurro’ wal Hufadh, Matan Jurumiyah dan Hujjah Ahlussunnah wal Jama’ah). Tingkat keempat : Fathul Qorib, Ta’limul Muta’aallim, A-Miftah Lil Ulum, Shorof dan Al Umrithy. Tingkat keliima: Fathul Mu’in, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, dan Alfiyah Ibn Malik I. Tingkat keenam: Alfiyah Ibn Malik II, Tafsir Al Maraghi dan Ulumul Hadits.

Pondok Pesantren Islam Nusantara yang beralamat di  Tegalrandu, Sukorejo,Tegalrejo Magelang,  memiliki dua komplek, yaitu komplek I digunakan  santri putri yang terdiri dari Ghurfah Chalimah,Ghurfah Wasath,Ghurfah Fata,dan Ghurfah Sufla, disamping fungsinya sebagai kamar, tempat-tempat tersebut digunakan sebagai tempat pembelajaran ilmu agama  , Komplek II digunakan santri Putra yang terdiri dari Asrama Nusantara 1,2 dan 3 yang fungsinya sama dengan asrama santri putri . Seluruh  santri wajib sekolah di Instansi yang telah disediakan Pondok Pesantren, dengan tujuan agar lebih kondusif dalam mengatur kegiatan, antara kegiatan sekolah dan pesantren.

Kalender pendidikan pesantren mengikuti kaldik pemerintah, sehingga seluruh rangkaian ta’lim wa ta’allum / kegiatan pembelajaran diawali pada buan Juli dan diakhiri pada bulan Juni dengan melaksanakan Chaflah Ahirussanah.  Ada juga event bulanan, yaitu pengajian mujahadah Akbar yang diadakan setiap selapan.

Pondok Pesantren Islam  Nusantara sebagai pondok yang berdiri pada tahun 2018 merupakan salah satu Lembaga pendidikan islam di bawah Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dari masyarakat luas pada tahun 2017 telah berdiri badan hukum berupa Yayasan Birrul Ummah yang membuka pendidikan umum  dengan mendirikan jenjang pendidikan formal, yaitu SMP Birrul Ummah Tegalrejo (Sekolah Berbasis Pesantren ).

Seiring dengan berjalannya waktu,dalam rangka memfasilitasi masyarakat yang berniat memondokkan putra-putrinya sambal menempuh pendidikan formal, maka pada tahun 2018 didirikan Pondok Pesantren Islam Nusantara Tegalrejo, tepatnya berdiri di atas  lahan 5450 M3  dan berdampak positif yaitu animo masyarakat melebihi daya tamping sekolah. Keberadaan Popes Islam Nusantara ini menopang keberlangsungan penyelenggaraan unit pendidikan formal yang ada yakni SMP Birrul Ummah Tegalrejo.

Sarana Prasarana yang  meliputi asrama santri dikembangkan dengan konsep rumah adat Nusantara beserta ruang kelas yang mendukung untuk teori maupun praktik. Semua itu dibangun secara mandiri dan swadaya antara Yayasan dan Wali santri. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tempat tinggal santri melebihi daya tamping.

Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah untuk memperbesar daya tampung peserta didik dan sejalan pula dengan amanat UUD 45 untuk mencerdaskan Kehidupan Bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan, maka Keluarga Besar Ponpes Islam Nusantara Tegalrejo terus berjuang dengan berbagai upaya agar dapat berkontribusi positif dalam dunia pendidikan di Kabupaten Magelang